Me and My Best Friend

Me and My Best Friend

Sabtu, 07 April 2012

Model PKR

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN KELAS RANGKAP

Di bawah ini adalah beberapa model pembelajaran kelas rangkap yang bisa dikembangkan di Indonesia

Model 221
http://www.ut.ac.id/html/suplemen/pgsd4411/M6/Model%20PKR_files/image002.jpgDalam model 221 guru atau tim mengelola para siswa dari 2 tingkatan kelas yang berbeda, dengan fokus 2 mata pelajaran baik yang sama atau berbeda dalam 1 ruangan. Gambar di bawah ini bisa menjadi alternatif pengaturan ruangan untuk model 221.
Model ini bisa efektif apabila jumlah siswa yang terdiri dari 2 tingkatan kelas tersebut tidak terlalu banyak (maksimum 25 siswa untuk masing-masing tingkatan kelas) dengan suatu ruangan yang cukup luas. Pada umumnya kelas SD di Indonesia diisi oleh 40 siswa untuk satu tingkatan kelas. Jika guru ingin mencoba model ini, guru harus menyiapkan dua kelas pembelajaran kelas rangkap model 221, dan memecah masing-masing dua tingkatan kelas yang akan dicampur menjadi 2 sehingga ruangan tidak terlalu penuh, dan akan mengakibatkan pembelajaran tidak efektif. Otomatis karena ada 2 kelas pembelajaran kelas rangkap model 221 ini, maka guru yang harus mengelolanyapun harus dua orang guru atau dua tim guru.  
                                                                                                                 
Model 222
http://www.ut.ac.id/html/suplemen/pgsd4411/M6/Model%20PKR_files/image004.gifDengan model ini, berarti guru atau dalam tim mengelola para siswa dari 2 tingkatan kelas yang berbeda, dengan fokus pada 2 mata pelajaran yang berbeda atau sama pada 2 ruangan kelas yang bersebelahan dan dihubungkan dengan adanya pintu. Berikut ini adalah gambar pengaturan ruangan kelas yang bisa digunakan untuk model 222.
Model ini lebih rumit dibandingkan dengan model 221, di mana guru harus mengelola dua kelas sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Oleh karena itu apabila memungkinkan, pengelolaan model 222 pembelajaran kelas rangkap dilakukan oleh tim guru sehingga bisa saling membantu. Apabila tidak bisa dengan tim guru, alternatif lainnya guru bisa menunjuk para siswa yang lebih tua dan mempunyai kemampuan yang lebih dari siswa lainnya untuk membantu mengelola pembelajaran.

Model 333
http://www.ut.ac.id/html/suplemen/pgsd4411/M6/Model%20PKR_files/image006.jpgDalam model ini guru mengelola tiga tingkatan kelas yang berbeda dengan tiga mata pelajaran yang sama atau berbeda dalam tiga ruangan secara bersamaan. Model ini bisa saja terjadi di Indonesia terutama di daerah yang terpencil di mana jumlah guru sangat terbatas, jumlah siswa cukup banyak untuk dikumpulkan dalam satu ruangan atau dua ruangan kelas sekaligus. Untuk mengelola model 333 ini diperlukan tim guru paling tidak terdiri dari 2 orang guru. Gambar pengaturan ruang kelas yang dapat digunakan untuk model 333 ini adalah sebagai berikut.
Untuk negara-negara yang memiliki sistem pendidikan yang lebih fleksibel dan ditunjang dengan kebijakan pendidikan yang kuat, model-model pembelajaran kelas rangkap yang berkembang pun sangat bervariasi. Saat ini dengan melihat tujuan dan keuntungan pendidikan yang dirancang, model pembelajaran kelas rangkap yang dikembangkan adalah model di mana guru atau tim guru mengelola 2 atau 3 tingkatan kelas sekaligus dengan satu mata pelajaran atau beberapa mata pelajaran dalam satu ruangan. Hal ini dimungkinkan, karena rata-rata di negara yang maju memiliki ruang kelas yang cukup besar dengan perbandingan jumlah siswa paling banyak 30 siswa. Dengan kurikulum yang sangat fleksibel, guru bisa dengan bebas mengelola kelas seperti ini. Untuk mengisi pembelajaran kelas rangkap, pendekatan kurikulum terpadu selalu digunakan dengan penggunaan tema-tema yang dekat dengan kehidupan siswa sehari-hari. Tambahan lagi, guru selalu mengembangkan kegiatan-kegiatan kelompok dengan menyediakan banyak lembar kegiatan dan lembar observasi.











6 Votes
Pembelajaran Kelas Rangkap di SD
Pembelajaran Kelas Rangkap atau Multigrade Model merupakan strategi pembelajaran dengan menerapkan perangkapan kelas (dua kelas atau lebih) dan perbedaan tingkat kemampuan yang dilakukan oleh seorang guru dalam waktu yang bersamaan.
Pelaksanaan kelas rangkap dilakukan dengan menggabungkan satu atau dua mata pelajaran yang sama atau berbeda yang dilaksanakan dalam satu ruang serta disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi sekolah.  Sebelum melakukan pembelajaran guru menyusun perencanaan yang mencakup:
a. Pemetaan Kompetensi
Pemetaan dimaksudkan untuk menggabungkan materi yang sama di kelas yang berbeda dengan kedalaman yang berbeda sehingga ada kesinambungan. Pemetaan kompetensi dilakukan untuk kompetensi yang harus dicapai dalam 1 semester atau 1 tahun.
b.  Penetapan Tema
Penentuan tema disesuaikan dengan hasil pemetaan kompetensi.  Untuk satu semester, biasanya dihasilkan sekitar lima tema dengan masing-masing tema berkisar antara 3-4 minggu.
c.  Pengembangan Silabus
Silabus dibuat untuk dua kelas atau tiga kelas sekaligus (sesuai dengan kelas rangkap yang diinginkan).  Silabus setidaknya memuat: standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.
d.  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran berisi langkah-langkah pembelajaran secara rinci (kegiatan awal, inti, dan penutup) dan merupakan pengembangan dari silabus yang ada.  Strategi pengajaran dan pengorganisasian peserta didik juga  harus nampak dalam RPP.
Kelas rangkap merupakan gabungan dari beberapa peserta didik dengantingkatan kelas yang berdekatan, misalnya kelas 1 dan 2, atau kelas 4, 5, dan 6; belajar dengan satu guru di kelas yang sama dan berlangsung selama satu tahun ajaran penuh.  Hal yang perlu mendapat penekanan di sini adalah:
a.     guru tidak mengajar dua kelas tepisah secara bergantian dengan program yang berbeda,
b.     pembelajaran dilakukan secara tematik, namun untuk kompetensi-kompetensi tertentu yang tidak dapat diikat dengan tema tetap diajarkan secara terpisah,
c.     strategi pembelajaran yang dipilih guru dalam kelas rangkap disesuaikan dengan banyaknya jumlah peserta didik dan dengan menggunakan kombinasi berbagai metode pembelajaran,
d.    strategi pembelajaran hendaknya mencerminkan pembelajaran yang berbeda dan PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan),
e. Siswa Kelas 3 bekerja individual agar perencanaan matang, sebaiknya satu kelas rangkap dipegang oleh guru yang sama  untuk dua tahun pelajaran,
f.      tetap mengacu pada Standar Isi yang ditetapkan BSNP.(Apr)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar